Hak Asasi Pekerja Perempuan Yang Masih Belum Dilindungi Oleh UU dan Pemerintah

Bagi yang memiliki segudang pertanyaan mengenai hak asasi pekerja perempuan, silakan simak ulasan kali ini. Sebagai pekerja, kaum perempuan memiliki hak yang harus dipenuhi. Lalu, apa saja hak-hak tersebut, apakah sudah termasuk hak mengenai kehamilan, melahirkan dan lain sebagainya? Apakah terdapat larangan hamil bagi perempuan yang sedang bekerja? Jika Anda masih belum paham mengenai hak pekerja perempuan, baca pembahasan di bawah ini. Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan hak asasi karyawan perempuan dan penjelasannya.

1 ) Apakah ada larangan hamil di dalam UU bagi pekerja wanita?

hak-asasi-pekerja-1

UU Nomor 13 tahun 2013 tidak memberikan wewenang pada perusahaan manapun untuk melarang pekerja wanitanya menikah atau hamil selama masa kontrak kerja. Jika ada perusahaan yang memaksa untuk memutuskan hubungan dengan pekerja karena pekerja hamil maka hukumnya tidak sah. Sekalipun di dalam peraturan perusahaan atau sesuai kesepakatan telah disetujui bahwa tidak diperbolehkan hamil dalam kurun waktu tertentu. Jika pekerja tiba-tiba hamil maka tidak diperkenankan perusahaan memberhentikan karyawannya tersebut. Apapun alasannya, UU sudah mengatur hal tersebut dan hamil bukanlah alasan yang tepat untuk memberhentikan pekerja.

2 ) Adakah peraturan mengenai cuti hamil menurut UU?

hak-asasi-pekerja-2

Jika Anda bertanya mengenai hak asasi pekerja perempuan yang ingin cuti hamil, sebenarnya hal tersebut diperbolehkan. Menurut UU Nomor 13 tahun 2003 pasal 82, pekerja wanita diperbolehkan untuk istirahat atau cuti hamil. Yaitu selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Dengan total akumulasi masa istirahat atau cuti yaitu selama 3 bulan. Hak pekerja perempuan yang mengalami keguguran yaitu mendapatkan istirahat selama 1,5 bulan atau sesuai dengan saran dokter berdasarkan surat dari dokter.

3 ) Bagaimana cara mengajukan cuti hamil atau melahirkan?

Pekerja wanita berhak untuk cuti hamil atau melahirkan dengan memberikan pemberitahuan lisan atau tertulis. Pemberitahuan tersebut dapat diberikan kepada manajemen, umumnya cuti berlangsung selama 1,5 bulan. Namun pekerja memiliki kewajiban untuk memberikan bukti kelahiran anak berupa fotokopi akta atau surat kelahiran dalam waktu 6 bulan. Selain itu pekerja juga harus memberi tahu pihak perusahaan setelah melahirkan dalam waktu 7 hari.

4 ) Bagaimana jika kelahiran tidak seperti perkiraan dokter?

hak-asasi-pekerja-4

Hak asasi pekerja perempuan untuk cuti hamil tetap diperoleh walaupun kelahiran tidak sesuai dengan perkiraan dokter. Misalnya saja pekerja melahirkan sebelum hari yang sudah diperkirakan dokter atau bidan. Maka pekerja wanita tersebut tetap dapat memperoleh cuti selama 3 bulan atau sekitar 90 hari. Sebenarnya total masa cuti pekerja wanita selama 3 bulan tersebut dapat disesuaikan dengan keinginan pekerja asalkan mendapatkan rekomendasi dari dokter. Misalnya saja cuti 1 bulan sebelum melahirkan dan 2 bulan setelah melahirkan atau 3 bulan setelah melahirkan sekaligus.

5 ) Bagaimana dengan gaji?

hak-asasi-pekerja-5

Selama cuti, pekerja perempuan tetap mendapatkan gajinya selama 3 bulan. Hak gaji pekerja tersebut wajib diberikan oleh pihak perusahaan walaupun pekerja tidak aktif bekerja.

Itulah beberapa pertanyaan dan juga jawaban serta penjelasan mengenai hak-hak pekerja perempuan. Lalu adakah hak pekerja perempuan yang masih belum dilindungi oleh UU? Sebenarnya pemerintah sudah memberikan perlindungan hukum pada pekerja perempuan. Bahkan ada hak khusus bagi wanita yang sedang menstruasi, di mana ia dapat cuti ketika sedang sakit karena menstruasi. Jika dilihat dari ulasan tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa hampir seluruh hak pekerja perempuan sudah dilindungi oleh UU. Hak asasi pekerja perempuan memang sebaiknya dilindungi dengan baik dan direalisasikan secara tepat.

Deskripsi: Hak asasi pekerja perempuan sebenarnya sudah dilindungi oleh UU. Hampir seluruh hak pekerja perempuan dilindungi UU, salah satunya yaitu hak cuti melahirkan.